AGROWISATA KEBUN BELIMBING
Belimbing atau Averrhoa carambola merupakan buah tropis berwarna
kuning keemasan dengan rasa dan bentuk seperti bintang yang khas, merupakan salah satu buah andalan Kabupaten Bojonegoro. Kebun
Belimbing yang ada di Desa Ngringinrejo merupakan Agrowisata yang telah
disahkan oleh Bupati Bojonegoro pada acara Anugrah Wisata Jatim 2014
untuk menjadikan lokasi kebun belimbing menjadi obyek wisata lokal.
Saya
dan teman-teman mendapat kesempatan untuk menjelajahi perkebunan tersebut. Jadi
pada tulisan kali ini, saya ingin berbagi informasi terkait hal-hal yang ada di
Agrowisata ini.
Dari fasilitas yang
didapatkan juga cukup bagus sehingga menambah jumlah wisatawan
yang masuk untuk berkunjung, biaya parkir di kawasan Argowisata belimbing ini
adalah sebesar Rp 2.000,00 untuk motor dan Rp 5.000,00 untuk mobil. Namun anda
jangan kaget ketika akan membayar tiket masuk, karena anda hanya dikenai biaya
Rp 1.000,00 saja. Luas area parkir untuk pengunjung ±500 m2. Jauh dari bayangan
harga tiket masuk tempat wisata biasa. Para pengunjung dipersilakan untuk
memetik sendiri buah yang dipilih dan mencicipinya tanpa dikenakan biaya
tambahan. Gazebo nyaman dengan udara sejuk disediakan khusus untuk pengunjung
yang ingin menikmati belimbing dan berbagai masakan yang dihidangkan oleh rumah
makan dalam kawasan argo wisata ini. Kebun belimbing Desa Ngringinrejo
menempati tanah seluas ± 19.3 hektar.
Menurut narasumber, Buah
Belimbing disini dijamin kualitasnya karena proses pembudidayaan yang baik dari
para petani, mulai pembibitan dilakukan langsung diambil dari biji
buahnya, yang ditanam dan dipupuk dalam polybag. Untuk pemupukan tanaman tidak
perlu terlalu sering dipupuk, pemupukan hanya dilakukan saat tanaman terlihat
kurang sehat seperti banyak daun yang gugur. Jika tanaman sudah subur tanaman
tidak perlu dipupuk lagi. Untuk pembibitan sampai pohon dapat berbuah
diperlukan waktu 4-5 tahun.
Sekali panen, belimbing yang
dihasilkan bisa mencapai 60 ton dengan sumbangan 60 kg tiap
pohonnya. Kebun ini dikelola oleh 98 petani belimbing dan buah hasil
produksi kebun dijual langsung kepada pengunjung yang datang ke lokasi
tersebut. Aroma buah belimbing yang khas segera tercium begitu memasuki pintu
masuk dalam perkebunan. Tidak perlu ragu dengan rasa yang ditawarkan. Dijamin
manis dan segar. Tidak heran karena varietas belimbing yang ditanam di
perkebunan ini adalah jenis belimbing dewi dan bangkok merah. Ada
yang diberi nama Bangkok Merah, Blantong, hingga belimbing madu. Belimbing madu
ukurannya lebih kecil, warnanya kuning kemerah-merahan, dan rasanya lebih manis.
Dilihat dari pohon
bilimbing, bentuk pohonnya tidak tumbuh menjulang tinggi, sehingga jika ingin
memanen buah tidak terlalu susah untuk memetik buah belimbing tersebut.
Dikarenakan dalam proses penanaman setiap batang yang terlalu tinggi dipotong,
sehingga batangnya dapat tumbuh merkah. Agar buah dapat tumbuh besar maka dalam
satu batang ranting hanya boleh terdapat 3-5 buah, jika terdapat buah yang
lebih buah tersebut dapat dipetik dan dibuang agar buah dapat tumbuh maksimal
dan batang tidak terlalu keberatan untuk menyangga buah tersebut.
Dalam menanam hingga buah
dapat dipanen petani juga mengalami banyak hambatan seperti serangan hama.
Tetapi agar buah terhindar dari serangan hama seperti lalat buah, maka petani
membungkus belimbing tersebut dengan kantong plastik. Buah yang sudah dapat
dibungkus dengan kantong plastik bisa berukuran sebesar genggaman tangan anak
SD. Karena jika pembungkusan tidak segera dilakukan selang waktu tiga hari saja
buah akan langsung dihampiri oleh lalat buah sehingga menyebabkan buahnya
busuk. Dan menyebabkan kerugian terhadap petani.
Ukuran buah belimbing juga
beraneka ragam. Ada yang berukuran kecil, sedang, hingga yang jumbo. Tentu
ukuran akan mempengaruhi harga jualnya. Kita boleh memilih sendiri buah mana
yang akan kita beli. Bahkan, kita juga boleh memetiknya sendiri, tetapi
harganya juga lebih mahal.Satu kilo buah belimbing ukuran kecil dihargai Rp.
5000,00 rupiah. Untuk buah ukuran sedang harga berkisar Rp. 6000,00 - Rp
8000,00 per kilo. Sedangkan buah belimbing berukuran sebesar bola rugby kecil
dijual dengan harga Rp. 10.000,00 - Rp. 12.000,00 perkilo. Tetapi pergantian
musim tidak mempengaruhi harga belimbing di Desa Ngringinrejo ini. Tentunya
dalam rasa juga tidak berpengaruh.
Kini dari gapura masuk desa
Ngringinrejo hingga area agrowisata semakin ditata rapi agar wisatawan nyaman
berkunjung ke Desa Ngringinrejo. Keberadaan agro wisata belimbing ini juga
didukung oleh pemerintah baik daerah maupun pusat sehingga diharapkan kelak
dapat terus berkembang dan dapat meningkatkan perekonomian dan pariwisata
masyarakat Bojonegoro.
Nah, Buat temen-temen yang
penasaran dengan wisata ini, kalian bisa langsung datang ke Bojonegoro tepatnya
di Kecamatan Kalitidu. Kalian akan merasakan lingkungan yang menyehatkan sehat
saluran pernapasan karena sangat sejuk dan asri. Ataupun buat temen-temen yang
penasaran dengan api abadi kalian bisa datang ke Bojonegoro untuk melihat objek
wisata ini, dan masih banyak lagi tempat-tempat yang menarikdi Bojonegoro untuk
dikunjungi. Selamat Liburan!



Komentar
Posting Komentar